Ringkasan Kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam #1

Tarbiyatul Aulad Fil Islam

Dewasa ini Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia mendapat sorotan tajam dari masyarakat.Sebagian pengamat pendidikan berpendapat bahwa krisis ekonomi dan politik yang melanda masyarakat Indonesia secara berkepanjangan disebabkan terutama oleh krisis moral. Hal ini menandakan bahwa pendidikan agama islam telah gagal dalam membina masyarakat, khususnya pada ruang lingkup peserta didik, untuk menjadi insan yang beriman dan bertaqwa yang mampu mencegah umat islam dari praktek-praktek korupsi, kolusi dan nepotisme yang didorong oleh sikap hidup konsumeristik, materialistik, dan hedonistik.

Banyak sekali yang mempengaruhi terjadinya krisis moral dalam masyarakat pada saat sekarang ini, kita tidak dapat langsung menyalahkan pendidikan agama Islam sebagai salah satu penyebab terjadi kemerosotan moral tersebut.Berapa persen waktu dalam sehari anak-anak berada dalam sekolah, berapa jam PAI disampaikan didalam sekolah. Disekolah anak-anak hanya mendapatkan teori-teori tentang pendidikan moral, sedangkan pengaplikasian teori dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya cara bergaul, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.

Faktor yang mempengaruhi kemerosotan moral salah satu diantaranya adalah lingkungan keluarga,  dalam hal ini orang tua  bertanggung jawab atas pendidikan anak, karena keberadaan anak merupakan amanah yang harus dijaga dengan baik dan penuh tanggung jawab. Orang tua mesti menjaga dan menjalankan amanat tersebut dengan cara memperhatikan kebutuhan jasmani dan rohani anak-anaknya. Amanat tersebut merupakan cobaan bagi orang tua, sesuai dengan firman Allah :

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya: Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagian cobaan dan sesungguhnya disisi Allah-lah pahala yang besar. (al-anfal, 8:28)

Cobaan adalah bagian dari perjalanan hidup manusia didunia, baik maupun buruk.Agar berhasil melampaui cobaan tersebut manusia dianjurkan untuk menjalankan syari’at yang diajarkan oleh Allah dan menjauhi larangannya. Anak sebagai amanat orang tua harus diemban dengan baik dengan cara merawat, menjaga, dan mendidiknya agar kelak menjadi orang yang kita dambakan dan tidak tersesat baik didunia maupun diakhirat.

Jadi, apabila pendidikan utama pada tahapan pertama menurut Pandangan Islam adalah bergantung pada kekuatan perhatian dan pengawasan, maka selayaknyalah bagi para ayah, ibu, pengajar, dan orang yang bertanggung jawab terhadap masalah pendidikan dan moral untuk menghindarkan anak-anak dari empat fenomena berikut ini, yang merupakan perbuatan terburuk, moral terendah, dan sifatnya yang hina.
Fenomena-fenomena tersebut adalah :
  1. Suka Berbohong.
  2. Suka Mencuri.
  3. Suka Mencela dan Mencemooh.
  4. Kenakalan dan Penyimpangan
Betapa banyak penyebab terjadinya kenakalan pada anak yang dapat menyeret mereka pada dekadensi moral dan ketidak berhasilan pendidikan mereka didalam masyarakat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kelainan atau penyimpangan pada anak, yakni :
  1. Kemiskinan yang menerpa keluarga 
  2. Disharmoni Antara Bapak dan Ibu 
  3. Perceraian dan Kemiskinan sebagai Akibatnya 
  4. Waktu senggang yang Menyita Masa Anak dan Remaja. 
  5. Pergaulan Negatif dan Teman yang Jahat. 
  6. Buruknya Perlakuan Orang Tua Terhadap Anak. 
  7. Film-film Sadis dan Porno.
  8. Tersebarnya Pengangguran di Dalam Masyarakat. 
  9. Keteledoran Prang Tua Terhadap Pendidikan Anak. 
  10. Bencana Keyatiman.  
Dalam hal ini pula Allah Swt telah berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6 berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS.At-Tahrim : 6) 

Disinilah letak tanggung jawab orangtua untuk mendidik anak-anaknya, karena anak adalah amanat Allah yang diberikan kepada kedua orangtua yang kelak akan diminta pertanggung jawaban atas pendidikan anak-anaknya. 

Dalam ajaran islam  telah dinyatakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya yang berbunyi :

ماَمِنْ مَوْ لُوْدٍ اِلاَّ يُوْ لَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَاَ بَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ اَوْيُنَصِّرَا نِهِ اَوْ يُمَجِّسَانِهِ (رواه مسلم).



Artinya : Tidaklah anak dilahirkan itu kecuali telah membawa fitrah (kecenderungan untuk percaya kepada Allah), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut beragama yahudi, nasrani, majusi. (HR.Muslim) 

Dari uraian diatas, maka jelaslah bahwa pendidikan keluarga itu sangat penting. Dewasa ini banyak orang tua, bahkan tidak tahu akan kewajibannya terhadap anak-anak dalam keluarga, mereka lebih fokus untuk menyibukkan dirinya sendiri dan pekerjaannya tanpa meluangkan waktu dalam hal pendidikan dan perkembangan kepribadian anak-anaknya, padahal penanaman nilai-nilai Islam itu lahir dari keluarga yakni orang tua sebagai pendidik tunggal dalam lingkungan keluarga. 

SEO Pku Media CEO

Tidak ada komentar untuk "Ringkasan Kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam #1"